Terapi Ozon itu Baik, Namun Masih Perlu Dikaji

Terapi ozon merupakan praktik yang digunakan sebagai alternative pengobatan yang menggunakan gas ozon untuk melawan penyakit.

Ozon adalah bentuk oksigen. Tenaga medis telah mempraktikkan terapi ozon dalam konteks medis selama bertahun-tahun, dalam pengobatan alternatif ini, tenaga medis menggunakan terapi ozon menggunakan gas yang berbentuk ozon cair untuk mengobati kondisi medis tertentu sebagai disinfektan tropikal.

Pada atmoster, gas ozon memiliki fungsi untuk melindungi bumi dari radiasi sinar ultraviolet atau cahaya matahari. Sementara ozon yang berada di daratan dikelompokkan sebagai polutan udara yang berbahaya.

Gas ozon dikatakan berbahaya apabila seseorang menghirupnya. Karena, gas ini mampu memicu iritasi paru-paru dan tenggorokan, serta membutuknya gejala asma. Paparan ozon dengan kadar yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan berujung fatal.

Namun beberapa penelitian lain menyatakan bahwa ozon juga bisa memberikan manfaat dalam pengobatan  yang dilakukan sebagai tindakan medis. Namun sayangnya riset-riset ini masih sangat terbatas dalam mengevaluasis seberapa efektivitas terapi ozon yang sebenarnya.

Oleh sebab itu, penggunaan terapi ozon untuk kesehatan belum disetujui secara resmi sebagai penanganan medis.

Jadi apa itu terapi ozon?

terapi ozon

Terapi ozon dapat disimpulkan sebagai praktik pengobatan alternatif yang menggunakan gas ozon. Namun hal ini masih terkean kontroversial karena kekhawatiran tentang efektivitas dan keamanannya. Sehingga terapi ini sangat baik digunakan, namun bukan berarti tidak memiliki efek samping. Jadi tetap harus hati-hati dalam penggunaannya.

Efek samping

Efek samping yang terkait dengan terapi ozon bisa bervariasi tergantung pada jenis perawatan yang dialami oleh seseorang. Orang seharusnya tidak boleh menghirup ozon. Karena orang yang menjalani terapi ozon terkadang mengalami reaksi Herxheimer, itulah kenapa terapi ini masih terbilang kontroversial. Beberapa prosedur terapi ozon melibatkan gas yang akan masuk ke dalam tubuh.

Apabila seseorang menerima terapi ozon melalui dubur, dia mungkin mengalami rasa  tidak nyaman, kram, dan perasaan ingin mengeluarkan gas atau kentut.

Pengobatan Nyeri Punggung Bagian Bawah dengan Terapi Ozon

Suntikan gas ozon juga diduga memiliki manfaat untuk penderita nyeri punggung di bagian bawah akibat saraf terjepit . Efek ini berkaitan dengan efek ozon yang mempunyai sifat antiradang dan antioksidan yang paling baik.

Studi lain juga menunjukkan bahwa terapi ozon yang juga dibarengi dengan terapi fisik akan memberikan hasil yang sangat efektif dalam mengatasi masalah nyeri saraf pada pasien hernia dan penderita saraf tulang belakang.

Terapi Ozon untuk Pengobatan Tumor dan Kanker

Sebuah penelitian di laboratorium, menyatakan bahwa terapi ozon dengan konsetrasi tertentu dapat menghambat pertumbuhan sel kanker di paru-paru, kanker payudara, serta tumor rahim. Penelitian lain menyatakan bahwa terapi ozon ini mampu meningkatkan efek kekebalan tubuh dalam melawan sel-sel kanker yang  berada pada tubuh manusia.

Terapi Ozon untuk Perawatan Luka Diabetes

Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada penderita diabetes adalah seringnya muncul luka yang susah disembuhkan. Luka diabetes ini lama kelamaan akan menjadi menyebabkan borok yang terinfeksi dan cepat meluas.

Terapi Ozon untuk Pengobatan Gigi

Sebuah jurnal kesehatan menyatakan bahwa terapi ozon juga  bermanfaat besar pada terapi karang gigi, terapi perawatan penyakit gusi, memperbaiki lubang gigi, yang kerap menyebabkan timbulnya bau mulut yang dilakukan secara internal atau terapi endodontik.

Terapi ozon telah terbukti sssangat efektif dalam membasmi bakteri, virus, dan jamur yang ditemukan di dalam akar gigi yang telah terinfeksi.

Terapi Ozon untuk Pengobatan Penyakit SARS

Ozon dengan molekulnya yang kaya energi juga dipercaya dapat berperan dalam pengobatan penyakit SARS . Dalam kasus ini, ozon dapat dipraktekkan sebagai terapi tunggal, atau secara realistis diterapkan sebagai upaya selain pengobatan standar.

Selain itu terapi ozon diyakini tak seperti antiviru, terapi ozon jauh lebih efektif untuk semua jenis tipe dan sub tipe virus yang menjadi penyebab SARS.

Perlu diketahui bahwa meski terapi ozon dianggap sebagai pilihan pengobatan tambahan terhadap penyakit berat, namun sampai saat ini penelitian dan uji klinis terkait terapi ozon ini masih terus berlangsung dan harap diingat bahwa terapi ini masih belum memiliki bukti yang cukup untuk mendukung penggunaan ozon sebagai terapi pengobatan yang berkaitan dengan tindakan medis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *