Yap, setelah lama tidak menulis blog, hari ini saya menyempatkan diri untuk kembali menaikkan sebuah artikel. Dan sekali ini, saya mau menyoroti apa yang saya dapat di semester 5 ini. Kuliah cuma sedikit, 13 sks, padahal waktu perwalian 18 sks… 1 mata kuliah dihapus kelasnya, kemudian 1 mata kuliah lagi tiba-tiba dihapus dari jadwal dengan alasan salah perhitungan… (harusnya bilang dari awal, jadi saya ndak usah datang 2 minggu sebelumnya :D)
Kepada kepala lab, saya berterima kasih setelah adanya jawaban dari bapak
Sepertinya, ada kesalahpahaman di waktu-waktu sebelumnya, saya mohon maaf. Tidak ada maksud menyinggung. Tetapi setelah menerima respon yang positif, saya sangat puas.
Akhir-akhir ini, tampaknya pihak kampus sudah banyak memperhatikan keluhan-keluhan yang saya sampaikan. Baik secara langsung, maupun tidak langsung. Saya berterima kasih atas responnya, dan saya harap kelak juga terus demikian. Dengan adanya respon-respon positif ini, saya harap kelak saya bisa langsung berbicara, tanpa harus menulis di blog lagi. Semoga bisa bekerja sama, dan semoga kampus ini semakin hari semakin istimewa. ![]()
Saya mau mengangkat sebuah topik lagi, dan kayaknya dengan terpaksa ini soal kampus lagi
Khususnya soal praktikum di lab. Ini lucu sekali, saya mendapat 3 praktikum, 2 di antaranya saya nilai unik, sedangkan 1 sisanya, that’s OK!
Saya pernah menulis sebuah artikel mengenai nilai mata kuliah Business English saya yang mendapat nilai D. Pada artikel tersebut saya menuliskan bagaimana sang dosen ‘berhasil’ membuat suatu rumus perhitungan yang ‘hebat’. Tetapi setelah dipikir, ngga apalah, mungkin memang standard di kampus saya lebih tinggi… hehehe.
Mungkin justru saya bisa berbangga dengan nilai saya, kenapa? Karena di kampus ada yang lebih parah, dan untungnya saya ngga separah itu.
Melalui kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada 2 orang atasan STIKOM, yang mana telah memberikan perhatiannya terhadap komplin permasalahan saya.
Kedua orang yang saya maksudkan tersebut adalah Bapak Januar dan Bapak Guslong. Kepada Pak Januar, terima kasih telah memberikan tanggapan dan saran bagi saya, kepada Pak Guslong terima kasih atas waktu yang diberikan pada saya (bahkan Pak Guslong menemui saya secara pribadi) untuk menjelaskan duduk permasalahan yang ada.
Ya, ini merupakan kali pertama bagi saya, di mana komplain saya mendapat tanggapan. Semoga kelak juga bisa seperti ini, setiap ada permasalahan, ada penyelesaian bersama. Sekali lagi terima kasih!
Saya mengambil kuliah Pemrograman Visual I semester 3 lalu, memang lebih cepat dari yang seharusnya. Itu dikarenakan saya mau menyelesaikan kuliah secepat mungkin. Sedangkan teman-teman seangkatan saya baru mengambil Pemrograman Visual 1 semester 4 sekarang ini.
Mata kuliah ini, di STIKOM digolongkan mata kuliah sertifikasi, oleh karena itu, STIKOM menjanjikan buku sebagai acuan akan diberikan, oleh karena itu pada semester 3 lalu saya meminta buku tersebut ke bagian yang bersangkutan.
Wah… setiap hari saya koq rasanya terus menerus melempar komplain tentang kampus, aneh sekali… Kenapa ini kampus koq tidak kunjung membaik. Saya juga mulai heran…
Ketika awal promosi dan pertemuan dengan calon mahasiswa, yang ditunjukkan yang bagus-bagus aja, kenapa koq tidak ditunjukkan semuanya sekalian yang ngga bagus, soalnya ternyata banyak yang ngga bagus. Berikut ini ada beberapa masalah yang sebenarnya sudah lama, tetapi sekarang ketika kejengkelan semakin memuncak, jadilah keluar semua.
Kembali dengan komplain-komplain yang keliatannya semakin hari semakin seru dan semakin memanas, huehehe. Yap, that’s my campus, full of controversy.
Saya masih ingat ketika pertama kali ada presentasi STIKOM di SMA saya dulu. Kampus ini tampaknya begitu banyak layanan istimewa, oleh karena itu saya memilih STIKOM. Pada kesempatan ini saya mau menggaris bawahi pernyataan STIKOM waktu mengiklankan diri dulu, “Di kampus ini kalian bisa memilih jadwal sendiri, secara bebas, sesuai dengan keinginan kalian, jadi kalian bisa menyesuaikan dengan waktu yang kalian miliki” — kurang lebih demikian.
Yax, setelah hilang ditelan bumi selama berbulan-bulan, now, I’m coming back! How are you all guys?
Apa yang ingin saya ungkapkan sekarang ini tampaknya ngga jauh-jauh beda dengan yang dulu. Lagi-lagi soal kampus yang benar-benar aneh ini. Hmm, dosen yang subyekif, plus dukungan dari para pimpinan soal ’subyektifitas’ tersebut, benar-benar membuat saya tidak habis pikir. Di mana letak profesionalisme dari Cyber Campus Surabaya ini?
Saya adalah seorang mahasiswa STIKOM Surabaya, saya mendaftarkan diri dan memulai kuliah saya pada Agustus 2004 silam. Sekarang saya berada di semester 3 dan di kesempatan ini saya ingin menceritakan sedikit tentang kampus saya.
Konon STIKOM disebut-sebut sebagai “Cyber Campus”, hmm… penasaran kan dengan sebutan tersebut? Secara umum, kalau saya boleh bilang, STIKOM merupakan sebuah kampus yang unik. STIKOM terletak di Jalan Raya Kedung Baruk 98 Surabaya. Kampus ini berdiri megah dengan tower-nya yang berlantai 9, di mana tower kedua STIKOM sedang dalam proses pembangunan. Tower kedua ini rencananya akan dibangun 12 lantai, dan kelak juga ada tower ketiga setinggi 15 lantai.


