Interpelasi Iran, Demi Siapa? Copa America 2007 Milik Brazil
Jul 05

Hmm… Kemarin baru lewat di jalan Panjang Jiwo, Surabaya. Waktu itu pas di pertiggaan, jadi ada jalan lurus besar, kemudian ada lampu lalu lintas dan ada pertigaan ke kanan. Kalau berdasarkan marka pada jalan, ada 3 lajur. Lajur kiri adalah khusus untuk yang lurus, jalur tengah bisa lurus bisa belok, dan jalur yang paling kanan hanya untuk khusus belok saja.


Lalu saya mengambil jalur kiri, karena hendak lurus, mau pulang ke rumah. Di depan, ada mobil sedan (Timor kalo nggak salah), dengan plat yang ada logo bintangnya (sepertinya punya pejabat militer). Dia persis di depan saya, mengambil lajur paling kiri, tapi kemudian dia belok ke kanan… Lho, bukannya jalan yang paling kiri cuma boleh lurus?

Ironisnya, di pertigaan itu ada pos jaga polisi, tetapi peluit para petugasnya bener-bener lagi macet semua, jadi ya dibiarin. Seandainya, saya yang belok ke kanan menggunakan jalur salah itu, pasti sudah dimintai Rp 50.000,00 plus sempritan polisi yang melengking. Wah, koq diistimewakan. Jadi dulu waktu tes SIM A, ada kondisinya, kalo platmu hitam, patuhi semua rambu jalan, kalo platmu kuning patuhi semua rambu, kecuali dilarang putar balik dan dilarang berhenti, kalo plat merah nggak perlu rambu, jalan adalah milikmu, you are the king. Bah, konyol. =))

Mungkin, pendapat saya, para polisi khawatir dengan jabatannya. Kalo menangkap pejabat, ntar diturunin dari pangkatnya, so dibiarin aja. Polisi pengayom masyarakat jelas sekali sekarang tinggal simbol dan koar-koar saja, yang bener polisi pengayom pejabat. Saya pernah koq ditilang gara-gara pindah jalur di putar balik, memang melanggar marka, persis seperti mobil si pejabat tadi, tapi koq perlakuannya beda ya. Hmm… Bagi yang ngga mau ketilang di jalan, ada baiknya minta nomor berbintang itu. =)) Well, begitulah keadaan di jalanan Surabaya, dan sepertinya daerah lain di Indonesia juga begitu. :)

4 Responses to “Pejabat = Raja Jalanan”

  1. woodenlink Says:

    Lucu,
    Hari yang sama aku beli pecel 10 bungkus, terus ada sedan hitam parkir. Kacanya riben, jadi gelap.
    Dia juga bungkus banyak, ternyata pesananku diinterupt :(
    Aku sendiri baru sadar waktu lama pecelku gak jadi2.
    Udah mo ngelabrak aja tu orang yang seenaknya, tau2 dia mbayar pecelnya, terus sedannya balik.

    Ada dua bintang di situ.

  2. iwe Says:

    plat nomer mobilmu dikasih bintang juga aja =))
    digambar pake spidol gitu bole ga ya :-? =))

  3. Peter Says:

    @wooden:
    Ya sebaiknya mengalah sama orang2 model begitu :)

    @iwe:
    Justru kalo digambari malah disemprit :p ditilang gara2 platnya ngga standard… wakaka

  4. zerlin Says:

    yo sudahlah..biarkan orang2 ndeso kurang pendidikan(yg disebut pejabat dan juga pihak berwajib) yg ga tau aturan itu hidup dalem dunia keautisannya.. (opo hubungane yoo)

Leave a Reply