Banjir Tragedi ITC… Pejabat = Raja Jalanan
Jun 07

OK, akhir-akhir ini ramai sekali DPR menyuarakan interpelasi. Ini terkait dengan pemerintahan SBY yang menyetujui Resolusi 1747 PBB, yaitu mengenai sanksi yang diberikan pada Iran akibat melanjutkan proyek nuklirnya. Memang Iran sudah menyatakan dengan lantang, bahwa proyek nuklir mereka adalah untuk tujuan damai, tidak membahayakan dunia. Tetapi tetap saja toh akhirnya vonis sanksi diterima oleh negara tersebut. Sikap Indonesia yang menyetujui sanksi ini mengundang reaksi keras di dalam negeri, bahkan DPR repot-repot mendatangkan presiden untuk menjawab interpelasi. Apa sih gunanya ribut-ribut dalam negeri?


Negara-negara di Dewan Keamanan PBB, terutama 5 negara anggota tetap DK PBB, yaitu Rusia, China, Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat menyetujui sanksi tersebut. OK, katakanlah Amerika menyetujui, karena itu merupakan ‘misi’ mereka, diikuti oleh sekutu setianya Inggris. Tetapi, untuk Rusia, China, dan Perancis, apa alasan mereka menyetujui? Begitu juga 10 anggota tidak tetap PBB lainnya, seperti Jepang, Denmark, Ghana, dan lain sebagainya, mereka tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan Amerika, lalu juga mengapa mereka menolak? Saya rasa negara ini tidak perlu ribut-ribut demi negara lain, sementara negara ini sendiri masih butuh banyak perhatian.

Seperti diketahui, Iran sebelumnya telah menyetujui Resolusi 1737 pada 2006 lalu, yang intinya adalah bersedia mematuhi resolusi yang ada dalam mengembangkan nuklirnya. Kemudian, Iran juga menyetujui agar perkembangan nuklirnya diawasi oleh IEAE (Internationan Atomic Energy Agency). Tetapi, IEAE kemudian mengeluarkan hasil pengamatannya di Iran, dan mendapati bahwa Iran terus menambah kadar uraniumnya dan menolak memberikan transparansi kepada IEAE. Tentu sikap ini mencurigakan bukan? PBB sudah berkali-kali mengingatkan, meminta Iran untuk menghentikan sementara, bahkan PBB menunggu beberapa bulan, dan meminta Iran segera memberikan laporan yang diminta IAEA. Tetapi iran malah gagal memenuhi permintaan ini, seharusnya kalau memang tujuan baik-baik, apa sih susahnya memberikan laporan yang transparan, toh tidak ada maksud membahayakan dunia. So, kalau dirahasiakan begini, sudah bisa menduga kan? Sekarang katakanlah ini adalah rekayasa Barat, demi kepentingan Barat, khususnya Amerika, lalu negara seperti Cina dan Rusia (yang notabene sudah pasti bukan sekutu AS), semula mendukung Iran, tetapi sekarang berubah menentang, berarti nuklir Iran ada apa-apanya kan?

Sekarang, balik dalam negeri, seperti biasa DPR membuat interpelasi soal Iran. Presiden kemudian tidak hadir, diwakilkan pada menterinya. Nah, kasus ini serupa dengan interpelasi soal busung lapar, Presiden juga mewakilkan pada menterinya. Kenapa DPR tidak protes? Kalau masalah busung lapar, yang dipersoalkan kan rakyat Indonesia, kalau Iran, apa hubungannya dengan rakyat secara langsung? Nah, dari sini, DPR sebenarnya lebih membela siapa? Rakyat Indonesia apa rakyat Iran? Apa sih untungnya berteriak-teriak soal Iran, DPR interpelasi pun bisa mengubah apa pada keputusan PBB tersebut? Daripada mengurusi yang ngga perlu begini, kan mending cari solusi Lapindo, atau bagaimana meningkatkan pendidikan dan ekonomi, atau apa lah, yang lebih berguna bagi bangsa ini. DPR seolah ngga ada kerjaan, seolah negara ini sudah ngga ada yang perlu diurus… Masak kita yang gaji anggota DPR, yang dibela Iran? Menyedihkan…. :(

Ada baiknya, DPR mulai berubah. Dulu soal gaji, ribut-ribut menolak mengembalikan uang, sampai demo segala… Dan sekarang lagi-lagi bersikap tidak dewasa. Sekarang, kita bayar pajak ini itu, disetor ke pemerintah, buat bayar gaji pejabat dan DPR. Masak ngurusin Iran? Masak dibayar buat ribut-ribut? Kapan donk giliran kita, rakyat Indonesia, yang dibela? Kalo begini, disarankan, mereka anggota DPR, pindah ke Iran aja, minta dibayarin pemerintah Iran. :D

Well, semoga masalah ini tidak semakin dilanjutkan dan menjadi rumit. Negara ini sudah banyak masalah internal, selesaikan itu dulu lah, baru ngomongin yang luar negeri. Kalo Indonesia sudah sehebat Amerika, China, Inggris, Jepang, boleh lah berkoar-koar dan ikut campur di dunia internasional. Nyumbat lumpur sendiri aja kaga bisa… lah gimana toh?

One Response to “Interpelasi Iran, Demi Siapa?”

  1. zerlin Says:

    yo setuju… ancen ga penting soro ngurusi Iran..yo biasa la ter wong indo.. kakean macem.. negarae gurung beres..wes melok2i seng ga penting2 n ga berhub lsg mbe negarae..aneh2 ae makae.

    lek ga kayak gitu..bukan indo namae… sudahlaa..indo ancen madesu kok.. ga mikirno soal menyejahterahkan rakyat ta nambah fasilitas2 canggih kek..wes..wes..indo..indo…indoo..indo…begitulah…

Leave a Reply