Problem [Again]… Smack Down Dilarang??!
Sep 26

Di dalam perkuliahan, jurusan apapun, terdapat mata kuliah etika profesi. Nah, begitu pula dengan saya, kuliah di jurusan sistem informasi, saya juga mendapatkan mata kuiah serupa, Etika Profesi. Pertanyaannya sekarang, apakah etika profesi perlu? Jawabannya tentu perlu (kalau ngga gitu ngapain juga ada kuliahnya :D).


Tapi tunggu dulu, bukankah untuk etika profesi, cukup diberi apa saja yang kita harus patuhi dalam profesi kita kelak… Nah kalau sudah begitu, bukankah dengan membaca segudang aturan tersebut, dan seiring dengan perjalanan hidup, dan semakin bertambahnya daya nalar, kita dengan sendirinya akan menyadari hal demikian? Apa perlu dibahas selama satu semester? (Kebetulan di kampus saya dibahas 14 x 100 menit). :P

Selama yang saya ikuti, beberapa pekan ini, hanya membahas undang-undang hak cipta dan sebangsanya. Siapa sih yang nggak tahu kalau membajak itu ilegal, siapa juga yang nggak tahu kalau menonton VCD bajakan juga salah? Semua juga sudah tahu, kalau cuma teori begituan, baca di koran dan internet, nonton berita juga sudah tahu. Tapi masalahnya kan kondisi bangsa yang memang tidak memungkinkan.

Nah, kalau sudah begitu, apa lagi yang mau dibicarakan selama 14 x 100 menit? Apa nggak ada hal lain yang lebih berguna. Toh dibilang 1000 kali pun, diajarin etika profesi 1000 kali pun, belum tentu kita berpikir, “Ah, besok saya mau pakai software asli”. Keadaan yang tidak memungkinkan, bak memakan buah simalakama, maunya menuruti etika profesi, apa daya kondisi mendesak :P. Sekarang, kalau teori-teori macam ini, plus UU HAKI dibahas 14 x 100 menit, apa gunanya coba? Saya mau tanya, kampus sendiri, mengkuliahkan etika profesi, berbicara ini itu, apa dirinya sendiri sudah bebas software bajakan, apa sudah ngga pernah download serial dan crack? Pihak pemerintah pun, apa sudah menggunakan software orisinil juga? Saya yakin belum semuanya. So? :)

Menurut saya, kalau hal-hal seperti ini, tidak perlu dikuliahkan. Cukup kita diberi petunjuk, apa saja sih yang harus dilakukan sebagai seorang sarjana jurusan A, sarjana jurusan B. Jadi kita tidak membuang-buang waktu seperti itu. Saya rasa, dengan pertambahan perjalanan karir, kelak kita akan mengerti sendiri. Dan pelajaran itu, tidak perlu dijejalkan sebanyak itu. Bukankah pelajaran moral seperti itu sudah ditekankan semenjak SD, bahwa kita harus menghargai karya orang lain, tetapi sampai sekarang masih saja demikian. So, ini masalah kepribadian, jadi saya rasa cukup diberi saja batasannya, nah berikutnya terserah orang tersebut bagaimana dia menaati apa yang telah dinasehatkan kepadanya. Right? :)

5 Responses to “Etika Profesi… Perlu Nggak Sih?”

  1. Iwe Says:

    makanya…. nda usa kuliah hahaha
    gw waktu smp aja ude tau klo pake vcd bajakan itu salah….. tapi mo gimana lagi… murah seh eheheheh

  2. budiw Says:

    paling tidak, kampus sudah memberikan bekal buat para mahasiswanya. meskipun sedikit. selanjutnya terserah mahasiwanya.

    –budiw

  3. Peter Says:

    Untuk bekal yang sedikit itu, perlu sampe 1 semester ya? :D

  4. arek suroboyo Says:

    Hohoho…apa yaah?? hihihi..ak g baca sampe abis..tp pokoke gt laaahh…benere mgkn perlu…ya mgkn…tp cara ngajar dosen2 macem gt biasae ga enak..makae kita ga suka..n ngerasa ga perlu.

  5. Aline Sinaga Says:

    Perlu juga sih untuk mahasiswa yang hidup dijaman sekarang ini.
    Tapi mungkin saat pemimpin kita kuliah mereka tidak dibekali mata kuliah ini.

Leave a Reply