Messy Weekend Terima Kasih
Apr 06

Saya mengambil kuliah Pemrograman Visual I semester 3 lalu, memang lebih cepat dari yang seharusnya. Itu dikarenakan saya mau menyelesaikan kuliah secepat mungkin. Sedangkan teman-teman seangkatan saya baru mengambil Pemrograman Visual 1 semester 4 sekarang ini.

Mata kuliah ini, di STIKOM digolongkan mata kuliah sertifikasi, oleh karena itu, STIKOM menjanjikan buku sebagai acuan akan diberikan, oleh karena itu pada semester 3 lalu saya meminta buku tersebut ke bagian yang bersangkutan.

Pada saat saya menanyakan di awal semester lalu, bagian yang bersangkutan meminta saya menunggu, dengan alasan buku masih di tahan di bea cukai. Kemudian menjelang UTS dan UAS saya kembali menanyakan, tetapi jawaban masih sama. Untung saya bisa lulus, walaupun tanpa panduan sama sekali. Sampai lulus Pemrograman Visual 1 (alias udah satu semester) buku ngga saya dapatkan.

Pada semester 4, saya melanjutkan ke Pemrograman Visual 2, kemudian saya juga menanyakan “hak” saya untuk semester kemarin, yaitu buku yang terus menerus di-”pending” tersebut. Jawabannya menjadi begini, “Wah untuk semester ini, buku diprioritaskan bagi yang mengambil Pemrograman Visual 1.” Lalu kami yang lulus ini bagaimana nasibnya? Apakah janji fasilitas sertifikasi STIKOM hanya bagi mereka yang mengikuti jalur kuliah kampus, bagi yang mempercepat kuliahnya ngga ada? Koq ngga bilang dari dulu?

13 Responses to “Mana Buku Saya?”

  1. Januar Says:

    Sedikit sharing, setahu saya buku Microsoft belum dibagikan memang karena masih ditahan di Bea Cukai bukan alasan petugas menjawab seperti itu. Dulu memang lancar karena di dalam buku itu tidak ada CD softwarenya. Yang ada masalah kemarin semua buku dilengkapi s/w. Untuk kiriman s/w lebih dari 4 memang ada peraturan baru di Bea Cukai, ini yang membuat STIKOM mengeluarkan buku tsb dari bea cukainya karena dimintai macam-macam syarat antara lain, ijin import dll. Padahal kan kita cuma dapat kiriman saja, dan kita juga institusi pendidikan bukan perusahaan dagang.
    Kalau masih kurang jelas bisa menghubungi saya, termasuk semua fasilitas yang pernah dijanjikan dulu saat sebelum Anda masuk dan belum terealisasi sampai saat ini. Saya memerlukan masukan itu untuk berbuat yang terbaik untuk semua Civitas Akademika. Kalau didiamkan saja semuanya sama-sama ruginya.
    BTW, blognya bagus juga. Contentnya pelan-pelan ditambah biar tambah menarik minat orang untuk membacanya, jangan lupa promosinya juga. Good Luck.

  2. Peter Says:

    Trims tanggapannya, tapi teman-teman angkatan saya yang mengambil PV1 sekarang dapat bukunya, sedangkan kami koq ngga ada gitu… Walaupun sudah semester lalu (dan sudah lulus PV1), tetapi kan juga perlu buku untuk PV2, atau minimal sebagai panduannya.

    Terima kasih juga untuk kesediaannya menerima masukan mahasiswa :)

  3. Iwe Says:

    Harusnya lho, kalau menurut teori antrian…
    kan logikanya kami yg ngambil visual I semester lalu ini antri didepan sendiri untuk mendapatkan buku.
    Terlepas kami sudah lulus atau belum, dan buku yang sudah lolos bea cukai itu buku milik angkatan berapa, harusnya kan kami dulu yang diprioritaskan untuk mendapatkan buku tersebut.
    Btw, kalau bukunya bisa diuangkan sih lbih baik huehuehe……

  4. Januar Says:

    Ya…..kalau menurut teori antrian memang begitu. Kalau itu yang dilakukan memang terasa “lebih adil”. Tapi itu akan membawa dampak akan terjadi kekecewaan lagi. Dan itu akan muncul terus. Memang kelihatannya ada yang harus “berkorban”. Kalau bisa sih tidak ada yang dikorbankan tapi ini saya kira diluar kemampuan kita. Mudah-mudahan anda dan teman-teman bisa memahami masalah yang ada. Kalau ditukar dengan uang, he….he….he…. saya tidak bisa mengomentarinya. Kalau ada masalah jangan segan untuk mendiskusikan dengan yang bersangkutan, biar semuanya menjadi clear. Dan anda dan teman-teman bisa meraih sukses.

  5. Iwe Says:

    ya…. tapi ini udah kesekian kalinya saya berada dalam pihak yang dikorbankan… T_T
    setelah jadwal praktikum yang kacau balau akibat ditentukan kampus karena orang2 yang ngga dapet jatah praktikum….. terus kasus buku ini….. terus apalagi ya huehuehue…
    btw, thanks for replying

  6. smile* Says:

    yang sabar dew……

    STIKOM juga manusia…(gedung ding…)

  7. Peter Says:

    Ya, smoga segera ada solusi dan ngga ada “korban” lagi… hehe

  8. smile* Says:

    ya.. saat ini sedang dipikirin solusinya kok…
    masih sedang dilakukan..
    sebenernya yg salah juga bukan 100% STIKOM.
    ya.. semoga mhs mau mengerti bahwa disisi lain selain STIKOM masih ada kelemahan, tapi STIKOM juga ingin bri yang terbaik…

    GImana nilai-2 smt lalu..
    Met UTS yach…

    *smile*

  9. Peter Says:

    Well, we are looking for a satisfying resolution of course :)

    Let’s work together, hoping it will be cleared soon :D Thx *smile*

  10. silent Says:

    Indonesia gitu lho!!!. CD ubuntu yang jelas2 ditulis di paket-nya, biaya pengiriman sudah lunas, dan lembaga penerimanay tinggal ambil (termasuk individu) masih harus bayar puluhan ribu, bahkan ratusan ribu.

  11. Peter Says:

    Oya, saya jadi ingat, kayaknya sampe sekarang saya koq belum dapet bukunya… Wah, janjinya ditunda lagi dunk :p

  12. Iwe Says:

    ato mungkin faktor fulus kali ye ? bea cukai kan biasanya minta fulus huehehe……..

  13. Peter Says:

    At last… kemarin pak Guslong menyapa saya, dan mengatakan bukunya sudah datang, tinggal tunggu pengumuman aja :) Thx

Leave a Reply