Oktober 2005… Game Heboh Bermunculan! Cara Belajar?
Mar 26

Yax, setelah hilang ditelan bumi selama berbulan-bulan, now, I’m coming back! How are you all guys?

Apa yang ingin saya ungkapkan sekarang ini tampaknya ngga jauh-jauh beda dengan yang dulu. Lagi-lagi soal kampus yang benar-benar aneh ini. Hmm, dosen yang subyekif, plus dukungan dari para pimpinan soal ’subyektifitas’ tersebut, benar-benar membuat saya tidak habis pikir. Di mana letak profesionalisme dari Cyber Campus Surabaya ini?


Semester tiga lalu, ada seorang dosen, yang saya kira tidak perlu saya permalukan di sini. Beliau dengan hebatnya mengintimidasi mahasiswanya, termasuk saya. Cara dosen tersebut memberikan nilai sangatlah aneh menurut saya. Ada nilai ujian tengah semester (UTS) dan ada ujian akhir semester (UAS), kemudian ada nilai quiz, plus ada nilai lain-lain.

Ya, sekarang saya mau membahas mengenai nilai lain-lain. Apa yang dimaksud lain-lain? Apakah ini subyektifitas dosen tersebut? Kalau dia suka, maka nilai lain-lain 100, begitukah? Hmm, benar-benar tidak berkualitas, dan cenderung memalukan menurut saya. Untuk nilai yang satu itu, saya benar-benar merasa dirugikan. Bayangkan saja, saya diberi 0, begitu juga beberapa teman saya. Sekarang, apa artinya saya masuk, ikut menjawab pertanyaan dosen tersebut, ikut dalam diskusi kelas dan kelompok, dan berbagai kegiatan pelajaran lainnya. Kalau sama-sama diberi nol, lebih baik saya masuk waktu ada quiz dan ujian saja. Bukankah begitu sama hasilnya? Daripada saya bersusah-susah.

Setelah kasus ini saya pertanyakan pada jajaran petinggi kampus, ternyata jawabannya pun tidak mendukung kami. Ya, apa boleh buat, di Cyber Campus ini ada prinsip dosen berkuasa dan dosen adalah raja. Mengerikan bukan? Kalau begitu, apa gunanya berkoar-koar akan menampung aspirasi mahasiswa, kalau asalah begini aja ngga bisa nyelesai’in. Ya, saya bertanya saja, apa dosen cuma mau dihargai, dan ngga perlu menghargai mahasiswanya. Saya rasa dengan nilai nol tersebut, kehadiran saya di kelas tidak dihargai, lalu dari mana saya bisa menghargai dosen tersebut?

Mungkin dosen yang merasa tahu jawabannya…

3 Responses to “Back with More Complain”

  1. iwe Says:

    uh….. problemnya juga menimpa gw neh :p [mbolos’e bareng seh…..]

  2. Iwe’s Blog » I got D on Business English I Says:

    […] Setelah beberapa bulan vakum, rekan saya kembali mengupdate blognya dengan post berjudul Back with More Complain […]

  3. budiwijaya.or.id Says:

    ketika blog digunakan untuk curhat

    Saat ini, sedang rame-ramenya blog digunakan untuk curhat. Ada beberapa rekan blogger, termasuk teman kampus yang menggunakannya untuk mencurahkan isi hatinya terhadap kampusnya tersayang (bener gak?).

Leave a Reply