Hmm, setiap orang tentunya mempunyai teman dekat, teman terbaik, teman yang paling berkesan dan paling berharga. Kita pasti memiliki setidaknya satu orang yang kita anggap sebagai orang yang paling dekat, paling kita kasihi, dan tentunya juga mengasihi kita. Bagaimana kita seharusnya bertindak terhadap mereka?
Menurut saya, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan, supaya persahabatan sejati yang kita miliki bisa tetap terjaga. Berikut beberapa hal yang saya dapat, baik dari pengalaman, maupun kesalahan-kesalahan yang pernah saya buat…
1. Percayalah pada sahabatmu itu, jangan mudah curiga, biasanya kecurigaan yang berlebihan, selalu mengarah pada prasangka negatif. Kita cenderung berpikir buruk terhadap sahabat kita tersebut. Mungkin kita berpikir dia membicarakan kita di belakang, atau menyembunyikan sesuatu dan sebagainya. Oleh karena itu, bersikap sabar dan percaya pada sahabat bisa mengurangi frekuensi terjadinya konflik yang tidak sehat.
2. Terbukalah… kalau ada hal-hal yang membebani kita (dan tidak terlalu bersifat pribadi), “sharing”-lah dengan sahabat terbaikmu, pasti mereka mau mendengarkan. Jika kamu enggan membicarakan masalahmu, it’s OK, tapi jangan sampai kamu memberikan imbas negatif kepada sahabatmu. Misalnya, ketika kamu mendapat masalah, dan kamu juga tidak berkehendak menceritakannya,terkadang kamu terbawa emosimu dan memperlakukan sahabat terbaikmu dengan kurang baik, seolah dialah penyebab tekanan yang kamu hadapi. Itu TIDAK BENAR!
3. Temanilah sahabatmu di kala dia membutuhkan seseorang, tentunya kita tidak boleh hanya mau ditemani, tetapi di saat yang terjadi adalah sebaliknya, kita tidak mau melakukan hal serupa. Itu tidak baik, persahabatan sejati harus berjalan 2 arah, kamu merasa dia sahabat sejatimu, dan dia pun harus merasa kamu adalah sahabat sejatinya. Maka dari itu, kita harus timbal balik, di mana ada yang membutuhkan, kita harus saling mengisi.
4. Apa yang kamu perbuat terhadap sahabatmu yang paling kamu kasihi, semuanya bukan merupakan pengorbanan. Tapi semua adalah wujud dari hubungan erat yang kita miliki. Membantu sahabat tidak ada salahnya, kelak mereka pasti akan membantu kita. Kalau kita menganggap apa yang kita lakukan sebagai pengorbanan, maka kelak jika terjadi sesuatu di luar kehendak kita (misalnya sahabat kita tidak mampu menolong), maka kemungkinan besar kita berpikir, “Begini cara kamu membalas apa yang saya lakukan padamu?”. So, lakukan apapun untuk sahabatmu, tanpa ada rasa kita harus berkorban, lakukan semuanya demi persahabatan.
Ya, 4 hal di atas ini merupakan bagian dari pengalaman saya. Sebelumnya saya pernah mengalaminya, dan memang kadang terasa berat. Saya sempat berbuat kesalahan, dan kini saya menyadarinya. Saya mencoba melakukan hal-hal di atas, dan rasanya semakin hari semakin baik. Nah, those are my tips from my past, semoga bisa membantu kamu dalam melayani sahabatmu.



October 22nd, 2005 at 7:13 pm
lu mestinya masuk psikologi aja, jgn masuk IT huehehe……(rada ga cocok)…
October 23rd, 2005 at 8:05 am
Orang IT kan bukan berarti ngga boleh ngomongin yang begini2…
October 23rd, 2005 at 6:01 pm
That Rightzzzzzzzzzzzzzz.
QUATE : Iwe Says “lu mestinya masuk psikologi aja,”
SWT, emangnya lagi stress masuk Psikologi
October 23rd, 2005 at 6:17 pm
Orang IT kan bukan berarti ngga boleh ngomongin yang begini2…
=====================================
bukan ini masalahnya, tapi 2 dari 4 posting di blog lu itu lebih berhubungan ama sosial/psikolog ketimbang IT.