Seputar STIKOM
Oct 07

Ini artikel pertama di Peter’s Blog… Yap, kali ini saya akan membahas mengenai topik yang cukup menarik… Kita pasti mempunyai teman-teman dekat, yang lazimnya disebut “sahabat”. Sebenarnya, apa sih arti dari “persahabatan” atau “friendship”?

Pada awalnya, jika kita bertemu dengan seseorang, kemudian kita berkenalan dengannya, pastilah kita mempunyai gambaran awal mengenai orang tersebut. Pastilah kita akan mempunyai perkiraan, akan seperti apa orang tersebut… Nah, semakin lama kita mengenal orang tersebut, maka kita akan semakin tahu, seperti apa sifat-sifat orang yang kita kenal tersebut.

Jika kita merasa ada kecocokan sifat dengan seseorang tersebut, maka kita pasti merasa nyaman untuk bersamanya… Mungkin kita akan merasa senang berbicara dengannya, kita akan senang pergi bersamanya, merasa ada sesuatu yang menyenangkan kala bertemu dengannya… Ya, hal itu akan memacu kita ke hubungan yang lebih akrab, lebih dekat, itulah yang disebut awal dari persahabatan.

Dalam sebuah persahabatan yang sejati, ada beberapa hal yang dapat dijadikan tolak ukur. Berikut pandangan saya mengenai persahabatan yang sejati:
1. Jika terjadi masalah, ada inisiatif untuk menyelesaikan, dengan demikian persahabatan akan tetap terjaga dan semakin erat seiring dengan keberhasilan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jika kamu merasa sebagai pihak yang selalu harus mengalah, atau sebagai pihak yang selalu merasa gengsi untuk menyelesaikan masalah, maka persahabatanmu tidak akan bisa bertahan lama.
2. Jika kamu merasa senang berada atau bersama dengan sahabatmu, dan kamu merasa dapat mengekspresikan diri apa adanya, tanpa perlu menutupi apapun dari dirimu, maka dapat dikatakan dia adalah sahabat sejati saya, karena bersama dia saya dapat menunjukkan diri saya seutuhnya, dan sahabat saya itu dapat menerima saya pula.
3. Sahabat akan berkata, “Saya bangga padamu!” pada saat kamu meraih sukses, tetapi sahabat sejati akan berujar, “Saya selalu mendukungmu, saya selalu di sampingmu untuk menemani kamu” pada saat kamu mendapat hal-hal buruk yang menyedihkan.
4. Seorang sahabat sejati selamanya tetap sahabat. Ketika kamu mencampakkan dia, kelak suatu saat, ketika kamu menyadari betapa setianya sahabatmu itu dan mengharapkan dia kembali, sahabat sejatimu akan berkata, “Tidak masalah, saya tidak dendam kepadamu, saya mengerti kenapa kamu begitu, dan saya sangat senang sekali kamu akhirnya menyadari bahwa saya benar-benar sahabatmu.”

Ya, 4 hal di atas merupakan sebagian saja dari beribu-ribu ciri-ciri sahabat sejati. Kelihatannya mungkin terlalu berlebihan, jarang ada orang seperti itu, atau mungkin kamu akan berpendapat, di dunia ini tidak ada orang seperti itu, tetapi carilah! Dari sekian banyak orang yang kamu jumpai, setidaknya pasti ada satu di antara mereka yang bisa menjadi sahabat sejatimu, menjadi orang yang selamanya setia sebagai temanmu, menjadi orang di mana kamu bisa mengekspresikan dirimu, dan menjadi orang yang dapat menerima kamu bagaimanapun keadaaanmu.

Semoga persahabatan-persahabatanmu akan terbina menjadi persahabatan yang sejati!

4 Responses to “What is Friendship?”

  1. Iwe Says:

    Gimana kalau sahabat kita ga tau diri tapi ga tau kalau dia ga tau diri ??

  2. mei Says:

    ya….kasih tau aja lah
    “eh,lo kok ga tau diri seh!”

  3. Ninie Says:

    huahuhahua… emang jarang ada orang kaya gitu… tapi klo kesannya hiperbola gimana?

  4. Peter Says:

    Mungkin bagi sebagian orang terkesan hiperbola, tapi pasti ada yang kayak gitu kan? :D

    Kalo bisa punya sahabat sperti itu, so pasti happy bgt dee :D

Leave a Reply